Lumi Bercerita: Rumahku Ikut Tumbuh Bersamaku
Cangkang yang tidak bisa dilepas, lidah bergigi ribuan, dan jalan terbalik di bawah permukaan air. Lumi membuka rahasia siput air.
Halo, aku Lumi! Teman-teman sering bilang aku lambat. Tidak apa-apa, aku memang suka menikmati perjalanan. Sambil jalan pelan-pelan, yuk kenalan dengan rahasia siput air. 🐌
Cangkang itu bagian tubuh, bukan rumah sewaan
- Cangkang siput tidak bisa dilepas. Cangkang dibuat oleh tubuhku sendiri, tepatnya oleh lapisan bernama mantel yang terus menambahkan kapur (kalsium karbonat) di bibir cangkang.
- Karena itu cangkangku ikut membesar saat aku tumbuh. Garis-garis halus di permukaannya adalah jejak pertumbuhan, sedikit mirip lingkaran di batang pohon.
- Yang suka pindah-pindah cangkang itu kelomang (umang-umang). Kelomang bukan siput, lho, tapi kerabat kepiting seperti Kori!
Lidah bergigi ribuan
Siput punya radula, semacam lidah berbentuk pita dengan barisan gigi mungil yang jumlahnya bisa ratusan sampai ribuan. Radula dipakai untuk mengerok lapisan ganggang di batu, daun, atau kaca akuarium. Gigi depan yang aus terus diganti gigi baru dari belakang. Praktis, kan?
Ada yang bernapas pakai paru-paru!
Siput air tidak semuanya sama:
- Sebagian bernapas dengan insang dan punya operkulum, semacam pintu kecil untuk menutup cangkang saat bahaya datang.
- Sebagian lagi, seperti siput kolam dan siput tanduk (ramshorn), punya paru-paru sederhana dan sesekali naik ke permukaan untuk mengambil udara.
Siput kolam juga bisa merayap terbalik di bawah permukaan air, meluncur di atas lendirnya sendiri. Seperti jalan-jalan di langit-langit! 🙃
Petugas kebersihan kolam
Banyak siput air memakan ganggang, daun busuk, dan sisa makanan, jadi kami sering disebut petugas kebersihan kolam dan akuarium. Kalau jumlah siput tiba-tiba meledak, biasanya itu tanda ada terlalu banyak sisa makanan di air.
Cangkang kami juga butuh air bersih yang cukup mineral. Air yang terlalu asam bisa membuat cangkang rapuh. Jadi saat kamu menjaga air tetap bersih, kamu ikut menjaga rumah kami. Terima kasih, ya! 💙
Pelan-pelan juga sampai, kok. Yang penting terus melangkah. Semangat untuk hari ini!