← Catatan Pumi

Pipin Hampir Pindah ke Botol Plastik

Botol bening di dasar laut kelihatannya rumah yang nyaman. Pipin cerita kenapa sampah plastik di laut ternyata masalah besar, dan apa yang bisa kita lakukan.

Eh… h-halo, aku Pipin lagi. Kemarin aku menemukan tempat sembunyi yang pas banget di dasar laut: bening, licin, dan muat untuk badanku. Aku sudah mau pindah ke situ… sampai Lumi bilang, “Pipin, itu botol plastik!” 🐙

Gurita dan rumah dari sampah

Ternyata aku tidak sendirian. Peneliti mengumpulkan ratusan foto gurita dari berbagai lautan yang bersembunyi, bahkan bertelur, di dalam botol, kaleng, dan ban bekas. Gurita memang suka lubang sempit untuk berlindung, dan kalau cangkang kerang makin jarang, sampah pun dipakai. Kelihatannya lucu, tapi plastik bisa melepaskan zat kimia dan pinggiran kaleng bisa melukai.

Plastik tidak hilang, cuma mengecil

  • Kulit buah bisa terurai dalam hitungan minggu sampai bulan. Botol plastik diperkirakan butuh ratusan tahun.
  • Plastik di laut tidak benar-benar lenyap. Sinar matahari dan ombak memecahnya jadi serpihan yang makin kecil. Serpihan yang ukurannya kurang dari 5 milimeter disebut mikroplastik.
  • Mikroplastik bisa termakan plankton, lalu ikan kecil, lalu ikan besar… dan akhirnya ikut sampai ke piring kita.

Mirip makanan, padahal bukan

Penyu suka makan ubur-ubur. Masalahnya, kantong plastik yang melayang di air bentuknya mirip sekali dengan ubur-ubur. Banyak penyu, burung laut, dan paus ditemukan dengan perut berisi plastik.

Sampai ke laut paling dalam

Sepupu asliku, si gurita flapjack, tinggal di laut dalam (ceritanya ada di Pipin Malu-Malu Cerita: Aku Punya Tiga Jantung!), jadi kukira di sana aman. Ternyata sebuah kantong plastik pernah ditemukan kapal selam robot di Palung Mariana, hampir 11 kilometer di bawah permukaan laut, salah satu titik terdalam di bumi. 😢

Yang bisa kamu lakukan

  1. Bawa botol minum dan tas belanja sendiri, supaya tidak perlu yang sekali pakai.
  2. Tolak sedotan dan kantong plastik kalau memang tidak butuh.
  3. Buang sampah di tempatnya. Sampah di selokan dan sungai akhirnya mengalir ke laut, dan sering tersangkut di akar mangrove.
  4. Pilah sampah, supaya botol dan kaleng bisa didaur ulang.
  5. Ikut bersih pantai bersama komunitas di kotamu.

Akhirnya aku tetap sembunyi di balik cangkang Lumi. Lebih hangat, dan tidak ada yang perlu dibuang. Terima kasih sudah ikut menjaga rumahku! 💙

Kotak saran Pumi

Saran, kritik, ide, atau laporan error, semuanya kami baca. Terima kasih sudah membantu Pumiland jadi lebih baik!

Jenis masukan